Total Pengunjung

Rabu, 28 November 2012

Tugas 1 - Strategi Bisnis (Walmart)


Tugas Perencanaan Sistem Informasi Strategis (Walmart)


Herlina                   2009240013
Fany Junianti             2009240084
Fany Liandy Ciptan        2009240230
Lucky                     2009240270
SI-71



   1. Sejarah Walmart





















   



Walmart adalah perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan jaringan department store. Didirikan oleh Sam Walton pada tahun 1962, Walmart mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Saham New York pada tahun 1972. Walmart beroperasi di Argentina, Brasil, Britania Raya (dengan nama ASDA), Jepang (dengan nama Seiyu), Kanada, Meksiko (dengan nama Walmex), Puerto Riko, dan RRC. Walmart pernah beroperasi di Jerman namun akhirnya tutup pada tahun 2006 karena merugi. Perusahaan Walmart bertumbuh 276 toko di 11 negara pada akhir dekade. Pada tahun 1983, perusahaan membuka keanggotaan Sam's Club dan pada tahun 1988 membuka supercenter pertama sebagai toko penyedia sayuran terlengkap dan barang dagangan lainnya. Walmart menjadi sebuah perusahaan internasional pada tahun 1991 ketika pertama kali membuka Sam's Club di dekat Mexico City.
1.1  Visi dan Misi Walmart
Visi Sam Walton bagi Walmart adalah memberi nilai bagi pelanggan dengan menerapkan strategi EDLP (Every Day Low Price) memberikan produk yang berkualitas tinggi dengan brand terkenal namun dengan harga termurah, dan tetap bertahan dalam perusahaan global yang mengarahkan perkembangannya kepada dunia.

                     
                    Gambar 1.2 Visi Sam Walton bagi Walmart
  
Sedangkan misi Walmart yang diupayakan relevan dengan kehidupan keseharian yaitu membantu konsumennya menghemat uang demi hidup yang lebih baik.  Pada awal berdiri, Walmart memakai strategi toko dengan diskon. Strategi diskon ini merupakan yang pertama di dunia. Di tahun 1987, strategi Walmart berikutnya adalah memutuskan untuk bergerak dalam bisnis grosir. Pengaturan sistem manajemen yang baik disetiap toko-tokonya, membuat Walmart dapat berjalan dengan baik sendirinya. Misi Walmart lebih mengarah pada para pelanggan dan anggota tetat. Meskipun walmart ada di berbagai bagian negara, namun walmart tetap memberlakukan standar dan penghormatan yang sama pada setiap pelanggan. Sam Walton adalah figure yang sangat menghormati setiap individu, melayani konsumen dengan baik, dan striving for excellence.

1.2  Tujuan Walmart
Tujuan walmart adalah menghemat uang para pelanggan sehingga para pelanggan dapat hidup lebih baik dan mengarahkan perusahaannya kepada perkembangan global dunia.

2.      Hambatan dan Masalah pada Walmart
Pada tahun 1998, Walmart bergabung dengan perusahaan ritel untuk membentuk sebuah perusahaan di Asia, setelah dua tahun sebelumnya Wal-Mart gagal memasuki pasar ritel Korea akibat ketatnya persaingan sesama perusahaan ritel. Walmart juga pernah mencoba memasuki pasar internasional Eropa melalui Jerman. Namun Walmart mengalami kesalahan strategi saat memasuki pasar Eropa melalui Jerman. Kebanyakan perusahaan Amerika masuk pasar Eropa melalui UK, karena kesamaan budaya, bahasa, lingkungan dan peraturan hukum. Kesalahan anggapan Walmart bahwa dengan menaklukkan pasar Jerman akan dapat menaklukan hampir ke seluruh bagian besar pasar Eropa. Walmart tidak bisa mengaplikasikan strategi EDLP (Every Day Low Price) di Eropa yang sangat sensitif terhadap harga.
Moral pegawai dipengaruhi oleh pergantian aturan internal Walmart. Eksekutif mengalami perubahan budaya saat dalam perjalanan bisnis, mereka diminta untuk berbagi kamar dengan alasan pengurangan biaya, dimana hal ini tidak pernah dialami mereka di perusahaan terdahulu. Walmart kesulitan membina hubungan dengan suppliernya di Jerman. Di Amerika perusahaan dengan pihak supplier menyukai distribusi secara sentralisasi, namun supplier di Jerman tidak menyukai distribusi secara sentralisasi.
Walmart juga mengalami masalah penyimpanan (inventory), hanya memiliki satu tempat untuk penyimpanan segala macam barang /stok, kondisi ini menyulitkan pengaturan. Walmart kekurangan pegawai di bagian inventory karena biaya gaji pegawai yang tinggi di jerman, sehingga perputaran stok barang sangat lambat. Walmart tidak memahami budaya kerja orang Jerman, dengan tidak menunjuk perwakilan serikat  pekerja. Walmart juga membayar gaji pegawai dengan rendah, dan Walmart tidak memenuhi Kondisi lingkungan kerja yang baik, hingga terjadi pemecatan besar, dikarenakan walmart harus mengurangi beban biaya pegawai.
Walmart memiliki kendala pada budaya di Jerman. Wal-Mart mempunyai  stategi “ten-foot rules” namun tidak dapat diterapkan di Jerman, karena  orang Jerman tidak suka orang asing ikut campur saat mereka berbelanja. Walmart tidak bisa menugaskan seseorang dipintu masuk toko untuk menyapa selamat datang  pada pelanggan, karena orang Jerman tidak memperdulikan hal tersebut.
Walmart tidak bisa memberikan “loyalty card” karena terbentur aturan pemerintah yang melarang diskon tanpa penyesuaian. Walmart juga memiliki kendala pada bahasa di Jerman. Petinggi manajemen Amerika tidak belajar bahasa Jerman, English adalah bahasa resmi di Walmart, kondisi ini mengakibatkan pekerja merasa asing, mereka tidak  dapat berbaur dan tertekan dengan kondisi seperti ini, bahkan pegawai Jerman kesulitan dengan pelafalan (Pronounce) Walmart dengan benar.


3.      Strategi Bisnis yang dilakukan Walmart
Walmart menjual barang bermerk dengan harga yang lebih murah, juga  menawarkan garansi Kepuasan Pelanggan,  dan waktu yang lebih panjang untuk berbelanja. Walmart memiliki strategi EDLP (Every Day Low Price)

3.1  Memahami Pelanggan
Walmart berusaha untuk menyediakan barang untuk para pelanggannya dengan harga yang murah sesuai dengan taglinenya yaitu Save Money Live Better yang berarti dengan menghemat pengeluaran, keluarga dapat hidup lebih baik. Studi yang dilakukan oleh Goldman Sachs yang dikutip dalam majalah Fortune, Walmart menjadi price leader di berbagai kategori produk. Walmart memang dikenal dengan harga yang murah dan diskonnya.

3.2  Merchandising Focus
Walmart lebih fokus untuk menjual produk dengan harga murah dan melakukan seleksi produk. Walmart juga berfokus pada barang-barang bermerk namun dengan harga yang murah yang pasti diminati oleh konsumen/pelanggannya. Segmentasi Pasar. Walmart membagi segemen pasarnya menjadi 5, yaitu:
1. Walmart discount stores yang dibuka pertama kali pada tahun 1962. Sampai   dengan sekarang, sudah terdapat lebih dari 803 toko yang menawarkan kepuasan serta kenyamanan pelanggannya di seluruh Amerika
2. Walmart supercenter yang dikembangkan pada tahun 1988 untuk meningkatkan kenyamanan dan onestop family shopping yang sangat menggambarkan tagline Walmart Every Day Low Price
3. Walmart neighborhood market merupakan pasar cepat dan nyaman
4. Marketside merupakan segmen Walmart yang menyediakan makanan segar dalam beberapa menit. Marketside ini ditujukan bagi para pelangannya yang sibuk.
5. Walmart.com adalah kenyamanan belanja bagi pelanggan melalui internet dengan harga yang rendah dan dapat dikirim ke tempat pelanggan.

3.3  Keramahan Pelayanan.
Walmart memberikan keterampilan para karyawannya untuk melayani pelanggan. Sam Walton selalu mengingatkan bahwa penghasilan mereka berasal dari konsumen. Para karyawannya juga selalu menyambut pelanggan dengan senyuman di pintu masuk.

3.4  Strategi Supply Chain
Walmart selalu menekan biaya pembelian dan menawarkan harga terbaik untuk para pelanggannya. Maka dari itu, barang/persediaan diperoleh langsung dari produsen tanpa perantara. Walmart benar-benar menyeleksi harga-harga dari pemasoknya dan melakukan transaksi jika sepenuhnya yakin bahwa produk dari pemasok tidak tersedia di tempat lain.


4.      Strategi TI yang Diterapkan Walmart
Dalam menjalankan bisnisnya, walmart juga telah memanfaatkan penggunaan TI. Berikut strategi dasar penggunaan TI yang dilakukan oleh walmart :

4.1  Strategi Kepemimpinan Biaya dan Diferensiasi
Walmart sangat yakin bahwa komputer sangat penting untuk mengelola pertumbuhan dan menekan struktur biaya. Walmart membangun jaringan satelit canggih yang menghubungkan point of sales di semua tokonya. Jaringan tersebut didesain untuk memberi para manajer dan bagian penjualan terkait informasi status penjualan serta persediaan yang paling baru agar dapat meningkatkan pemebelian produk. Selanjutnya, Walmart mulai menggunakan efisiensi operasional atas sistem informasi semacam itu untuk menawarkan produk dan layanan berbiaya lebih rendah dan berkualitas lebih baik, serta melakukan diferensiasi atas dirinya dari para pesaingnya.

4.2  Strategi Inovasi
Walmart melakukan strategi inovasi dengan membuat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI secara dramatis sehingga akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisensi, layanan pelanggan dan memangkas waktu ke pasar. Walmart memiliki pusat-pusat distribusi yang berlokasi strategis di daerah-daerah niaga di seluruh AS, paling jauh jaraknya sekitar 350 mil (atau satu hari berkendaraan) dari toko-toko yang mereka layani. Tiap barang yang ada di pusat distribusi mereka dipasangi kode komputer, dan sebuah komputer melacak lokasi dan pergerakan tiap kotak barang, saat barang tersbut disimpan dan dikirmkan. Semua barang ini bergerak keluar masuk gudang di atas conveyor belt sepanjang 8,5 mil yang dituntun oleh sinar laser yang dapat membaca kode di tiap kotak dan mengirimnya ke truk yang benar.
Mereka menyimpan lebih dari 80.000 barang di toko-toko dan gudang mereka secara langsung melengkapinya dengan 85% dari inventory, dibandingkan dengan hanya 50%-65% dari pesaing mereka. Hasilnya adalah waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan lewat komputer dikirim oleh pengelola toko sampai dengan penerimaan barang, hanya sekitar 2 hari di bandingkan dengan 5-6 hari oleh para pesaing mereka. Penghematan waktu dan fleksibilitas sistem ini menimbulkan penghematan biaya yang membuat investasi sistem ini menjadi investasi yang menguntungkan. Biaya Walmart dalam mengirimkan barang ke toko mereka lebih rendah dari 3% sedangkan para pesaingnya antara 4.5%-5%. Jadi, jika mereka menjual suatu barang dengan harga eceran yang sama, maka Walmart akan mendapat keuntungan 2.5% lebih banyak daripada para pesaingnya.
Walmart menggunakan AI untuk mengubah data mentah menjadi data berguna. Walmart mengonsolidasikan rincian penjualan dari 3000 toko. Hasilnya memungkinkan Walmart untuk memprediksi penjualan setiap produk di setiap toko dengan keakuratan yang sangat tinggi, yang kemudian menghasilkan penghematan besar dalam persediaan dan hasil maksimum dari pengeluaran promosi.
Pada tahun 2005 Walmart mengembangkan sistem RFID (radio frequency identify) untuk menggantikan bar code. Tag RIFD berisi chip yang disertai informasi. Bar code hanya memberikan informasi produk untuk retailer saja seperti Walmart, sedangkan RFID memberikan informasi tentang persediaan suatu produk baik kepada retailer maupun kepada supplier, selain itu RFID juga menginformasikan keberadaan suatu produk dalam rangkaian supply chain. Dengan informasi tersebut, supplier tahu kapan mereka harus mengisi ulang kembali produk mereka di toko. Penggunaan RFID dapat meningkatkan efisiensi suppy chain, mengurangi kosongnya persediaan suatu produk tertentu, mencegah pencurian dan pemalsuan barang.

4.3  Strategi Pertumbuhan
Strategi pertumbuhan yang digunakan Walmart adalah menggunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global. Walmart bisa mendapatkan suatu informasi setiap waktu dengan cepat, baik secara keseluruhan maupun secara terperinci, berkat sistem informasi mereka yang baik. Sistem satelit global yang mereka gunakan juga memungkinkan para eksekutif untuk melakukan kunjungan ke toko-toko atau pusat-pusat distribusi, jika ada hal penting yang ingin mereka sampaikan.

4.4  Strategi Persekutuan
Perusahaan-perusahaan seperti Walmart mulai memperluas jaringan mereka ke para pelanggan dan pemasok mereka, agar dapat membangun sistem pengisian persedian secara berlanjut yang akan mengamankan bisnis mereka. Kondisi ini menciptakan sistem informasi antarperusahaan dengan internet yang menghubungkan proses bisnis sebuah perusahaan dengan pelanggan dan pemasoknya, yang menghasilkan sistem bisnis yang akan membentuk persekutuan baru bisnis. Hubungan e-bussiness yang bahkan lebih kuat dibentuk melalui sistem pengisian persediaan tanpa stok seperti yang dilakukan antara Walmart dan P&G. Di sistem itu, P&G secara otomatis akan mengisi stok Walmart atas berbagai produk dari P&G.

4.5  Strategi Barriers to entry
Walmart melakukan investasi besar-besaran dalam sistem komputer yang lebih baik agar mereka bisa melacak penjualan, barang, dan inventaris, terutama untuk transaksi setiap toko. Mereka juga melakukan investasi dalam sistem satelit yang merupakan salah satu competitive advantage mereka yang paling besar. Dengan sistem satelit ini, mereka semakin cepat mendapatkan informasi sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Mereka telah menghabiskan hampir $700 juta dalam membangun sistem komputer dan satelit ini. Namun hasilnya sepadan dengan jumlah yang mereka keluarkan. Teknologi informasilah yang membantu para manajer toko memahami arah kerja mereka. Database mereka merupakan yang terbesar di dunia yang dimiliki oleh pihak sipil. Hal ini merupakan penghalang bagi mereka yang mencoba untuk masuk dalam industri ini, karena biaya yang harus mereka keluarkan untuk bisa bersaing dengan Walmart bukanlah jumlah yang kecil.

5.      Keunggulan Kompetitif pada Walmart
Walmart sangat unggul dan menonjol mengenai harga yang rendah dan pilihan barang yang banyak dan merupakan merek dari perusahaan terkenal. Selain itu, Walmart juga mempunyai label privat yang mengungguli produk nasional seperti makanan anjing Ol’Roy yang mengungguli merek Nestle dan produk-produk Sam Choice yang mengungguli produk nasional lainnya. Walmart adalah perusahaan retail terbesar didunia. Bahkan perusahaan Walmart lebih besar dibandingkan dengan pesaingnya di US yaitu Sears Roebuck, K-Mart, JC Penney dan Nordstrom. Walmart mengoperasikan sebanyak 3.500 toko diskon. Walmart juga menjual produknya di internet melalui website walmart.com
Dengan seringnya diskon yang diadakan Walmart dan kemampuan menyeleksi produk dengan harga terendah yang dapat ditawarkan pemasok, membuat Walmart tetap bertahan walau dalam krisis global yang menimpa Amerika kemarin. Walmart juga sangat ramah dalam pelayanan kepada konsumen yang merupakan nilai tambah sehingga pelanggan akan merasa puas dan nyaman untuk kembali berbelanja di Walmart. Walmart juga unggul dalam kerjasama dengan perusahaan lain. Seperti kerjasama dengan P&G dalam hal RFID. McDonalds, Mary Kate and Ashley Olsen yang menjual baju-baju dengan merek mereka, Con Agra yang membuat produk-produk untuk Walmart dan ini dapat memangkas biaya operasional Walmart.
Dengan sistem yang terkomputerisasi dan melalui satelit, Walmart dapat mengontrol pergudangan dan persediaan mereka. Sehingga Walmart akan dengan cepat tanggap untuk memesan persediaan melalui internet kepada pemasok. Maka dari itu, Walmart tidak akan pernah kehabisan stok namun juga tidak ada stok yang menumpuk. Hal ini merupakan keunggulan bagi Walmart dibandingkan dengan para pesaingnya.
Hasil dari Keunggulan Komparatif Walmart, dengan berbagai keunggulan kompetitif di atas, Walmart menjadi perusahaan retail nomor satu di dunia yang mempunyai cabang dan pasar diberbagai negara. Walmart juga berhasil memperkecil biaya persediaan dengan sistem supply chain-nya namun mempunyai tingkat penjualan yang tinggi. Walmart juga tercatat sebagai perusahaan dengan pendapatan miliaran dolar.
Dalam pemesanan dan distrubsi, Walmart sangat selektif terhadap harga dari pemasoknya. Walmart juga tidak memakai perantara dalam pemesanan barang dan distribusinya. Hal ini untuk mengurangi biaya operasional perusahaan. Walmart memesan barang pada pemasoknya melalui internet dan akan tiba dalam waktu dua hari dari pemesanan. Sistem distribusi Walmart dapat kita lihat seperti pada gambar 1.2 di bawah ini:

            

Gambar 1.3 Sistem Distribusi Wal-Mart

Manajemen Walmart menggunakan point of sale dalam mengendalikan per-sediaannya. Walmart menghubungkan data antara perusahaan pusat/manajemen dengan toko-toko retailnya dan supplier. Setiap toko retail kehabisan barang, manajemen akan langsung memesan kepada pemasok sesuai dengan data point of sales.Kemudian, Walmart akan mengirimkan barang ke pusat distribusi untuk dilakukan kemas ulang (untuk barang impor) ataupun dilakukan cek barang. Ada 40 pusat distribusi dan masing-masing pusat distribusi akan dibagikan barang yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah barang yang diterima dan dikelola.
Tiap barang yang ada di pusat distribusi Walmart dipasangi kode komputer, dan sebuah komputer melacak lokasi dan pergerakan tiap kotak barang saat barang tersebut disimpan dan dikirimkan ke toko-toko retailnya. Semua barang ini bergerak keluar masuk gudang di atas conveyor belt sepanjang 8,5 mil yang dituntun oleh sinar laser yang dapat membaca kode di tiap kotak dan mengirimkan ke truk yang benar.
Setelah barang tiba di toko, secara kompeterisasi pula barang yang masuk dan keluar, terjual terekam dan terhubung pada manajemen Walmart. Pembayaran kepada pemasok juga dilakukan dengan online. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kekosongan persediaan, kelebihan persediaan, kecurangan pada pusat distribusi dan toko retail seperti pencurian, pengurangan barang/persediaan, dan keakuratan data dari toko retail dan supplier.Walmart juga menawarkan bagi hasil kepada para karyawannya sebagai imbalan atas loyalitas dan pengadian mereka. Dengan menggunakan rumus dari pertumbuhan laba, Walmart memberikan kontribusi persentase dari upah setiap karyawan yang berhak atas bagi hasil, yang dapat diambil karyawan, saat mereka meninggalkan perusahaan, baik berupa uang ataupun saham Walmart. Dengan begitu, karyawan akan merasa memiliki Walmart dan hal ini akan mencegah pencurian di toko. 
Dan sekarang, Walmart dan Apple sedang melakukan kerjasama dalam pembangunan inovasinya dengan memanjakan bagi pelanggan pengguna gadget dengan menggunakan system “Scan and Go” yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran hanya dengan menggunakan i-phone. Aplikasi "Scan and Go" ini untuk meminimalisasi waktu periksa serta mengefisiensi biaya kerja bagi Walmart. Aplikasi ini tentunya juga menjadikan transaksi pembayaran jauh lebih cepat. Jadi pelanggan hanya menandai produk yang dipilih lalu meletakkannya dalam tas belanja, sementara informasi tandai diteruskan ke sistem pengecekan. Ketika pebelanja tiba di kasir, aplikasi di i-phone tinggal memberitahukan produk yang telah dipilih pada petugas dan berapa nilai yang harus dibayarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar